DOSEN FIKOM UNASMAN Dorong Transformasi Desa Cerdas, Aparat Desa Tapango Dibekali Pelatihan Sistem A
Tapango, Polewali Mandar – Komitmen dalam mendukung percepatan transformasi digital di tingkat desa kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Peningkatan Administrasi Desa Melalui Pelatihan Sistem Digital untuk Mendukung Transformasi Desa Cerdas di Desa Tapango". Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) ini mendapat sambutan antusias dari Pemerintah Desa Tapango beserta seluruh perangkat desa.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa agar mampu mengelola administrasi pemerintahan secara lebih modern, efektif, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi. Seiring berkembangnya era digital, desa dituntut untuk mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, serta berbasis data sehingga konsep Smart Village (Desa Cerdas) dapat diwujudkan secara bertahap.
Muslihan,S.Kom., M.Kom Selaku Narasumber Pengabdian menjelaskan bahwa masih banyak desa yang menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi secara konvensional. Pengarsipan dokumen yang masih menggunakan media manual sering kali menyebabkan proses pelayanan menjadi lambat, data sulit ditelusuri, hingga meningkatnya risiko kehilangan dokumen penting.
"Transformasi digital bukan hanya menjadi kebutuhan pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga harus dimulai dari tingkat desa. Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memanfaatkan sistem digital dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," ungkap Ketua Tim Pengabdian.
Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan yang sistematis, dimulai dari sosialisasi program, pelatihan teori mengenai administrasi digital, pelatihan penggunaan sistem informasi desa, praktik langsung pengoperasian aplikasi, hingga pendampingan dan evaluasi. Metode tersebut diterapkan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dalam aktivitas administrasi sehari-hari.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur pengelolaan administrasi desa, mulai dari pencatatan data kependudukan, pengarsipan surat-menyurat secara digital, pengelolaan dokumen pemerintahan, hingga penyusunan laporan administrasi yang lebih cepat dan terstruktur. Seluruh perangkat desa terlibat aktif dengan melakukan simulasi penggunaan sistem sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Kepala Desa Tapango menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan administrasi berbasis digital sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berharap sistem ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pelayanan administrasi menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan. Pelatihan ini juga menjadi bekal penting bagi aparatur desa dalam menghadapi perkembangan teknologi," ujarnya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis aparatur desa, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan desa. Digitalisasi administrasi diyakini akan mempercepat proses pelayanan publik sekaligus meningkatkan akurasi pengelolaan data desa.
Tim pengabdian juga memberikan pendampingan secara berkelanjutan guna memastikan implementasi sistem berjalan optimal. Evaluasi dilakukan terhadap kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi, memahami alur administrasi digital, serta mengintegrasikan sistem ke dalam pelayanan pemerintahan desa.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Al Asyariah Mandar kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Desa Tapango sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki tata kelola pemerintahan yang modern, serta siap menuju ekosistem Smart Village yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital di tingkat desa tidak hanya bergantung pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Dengan aparatur desa yang kompeten dan sistem administrasi yang terintegrasi, pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan menuju desa yang lebih maju dan mandiri.